Kisah ku bersama amandel – Terima kasih LAMANDEL

Pagi menjelang siang, siang menjelang sore, sore menjelang malam, dan malam menjelang pagi kembali, alaram HP ku berdering tepat jam 5,  pagi yang sangat dingin padahal hanya kipas otek (kipas baling yang ada di atas atap). Kulihat anak dan suamiku masih tertidur pulas dengan wajah yang penuh lelah, tak tega rasanya aku bangunin tapi ini kewajiban umat muslim untuk menjalankan sholat wajib, ku jalankan dengan sholat berjamaah, anakku sudah ku didik untuk lebih dekat kepada ALLAH SWT…..

Kulihat jam sudah menunjukan jam 7, ini waktunya suamiku untuk bekerja. Jika suamiku berangkat kerja pasti anakku selalu menangis sepertinya anakku tak mau pisah jauh dengan ayahnya, dan seperti biasanya sebelum suamiku berangkat kerja anakku di ajak jalan-jalan hingga diantarkan menuju playgroup, anakku sudah umur 3 thn dan aktifnya luar biasa, makannya aku tak mau sia-sia kan  masa emas dimana pola pikirnya cepat berkembang.

Saat istirahat pasti aku lalai dan ku biarkan anak ku jajan sembarangan, aku sering bawakan bekal tapi tak pernah di makan di sentuh untuk melihatnya aja sudah tak selera, aku bingung dan jika aku larang untuk jajan pasti anakku langsung menangis dan ngambek, karena aku kasihan makannya aku biarkan dan akhirnya pernah batuk-batuk akibat jajan sembarangan…

Ini sudah biasa dan biasanya aku kasih obat yang biasa dibeli di warung, alhamdulillah batuknya mereda tapi beberapa minggu kemudian anakku terserang pilek dan demam aku kasih obat warung lagi dan alhamdulillah sembuh.. pastinya tidak perlu biaya mahal untuk ku antar anakku ke dokter.

Keuangan keluargaku pas-pas an dan pekerjaan suamiku sedang mengalami sedikit masalah, sampai  ada yang operator yang dikeluarkan karena ingin bangkrut perusahaannya. Suamiku bekerja di PT daerah kawasan industri Pulo Gadung, kami berdua berdoa untuk pengangkatan karyawan tetap untuk suamiku, ya semoga aja doa kami terkabul. Amin iya robalalamin….

3 bulan kemudian ku baru menyadari jika anakku tidur selalu mendengkur yang tak wajar, dan setiap malam selalu bangun karena nafasnya yang susah, aku bingung aku pikir anakku terkena asma, aku panik dan panik, suamiku langsung bertindak dan dilarikan ke puskesmas yang tidak jauh dari rumah dan saat di periksa anakku positif terkena radang amandel. “ini sudah membesar ini sudah parah, akibat ibu sudah membiarkan terlalu lama” kata dokter.

Aku dan suamiku selalu mendoakan kesembuhan anakku  Muhamad Dikal Frianto, keaktifan yang dulu ada sekarang sirna begitu saja, lemas tubuhnya nafsu makannya sudah menurun dan badannya menjadi sedikit kurus.

Ooooooooh iya ALLAH cobaan apalagi yang kau berikan terhadap keluarga kecil ku ini, dan ditambah lagi dengan suamiku yang di pecat karena sering tidak masuk karena harus izin mengurus Dikal. Jika suamiku Muhamad Afandi Frianto tidak ada di samping anakku, maka anakku menangis dan selalu mencarinya, dika sangat dekat sekali dengan ayahnya. Aku sayang dengan keluarga kecilku ini dan aku tak sanggup untuk menerima cobaan yang tidak kuat aku untuk memikulnya.

Selang beberapa hari kemudian ……….

Dan alhamdulillah aku dapet kerjaan walau gajinya tak seberapa. Ternyata allah masih mendengar doa rintihan kecilku aku mulai bekerja besok menjadi tukang cuci dirumahnya Ibu RT, ini bisa untuk biaya obat perawatan buah hatiku, gaji aku akan ku tabung dengan uang pesangon suami barangkali cukup untuk kehidupan makan dan kebutuhan sehari hari.

Ini dokter membuat ku jera, dokter menyarankan agar anakku di operasi karena amandel nya sudah parah, aku bingung aku stress. Setiap sholat ku selalu berdoa dan air mataku bercucuran, aku ingin pasrah tapi aku tak tega melihat raut wajah anakku, suamiku menyerahkan kembali padaku, aku bingung jika dioperasi duit darimana dan jika tidak dioperasi amandel nya menjadi lebih parah.

Keesokan harinya……

Pak Johan, beliau seorang leader sewaktu suamiku bekerja di PT, beliau datang untuk menjenguk anakku di rumah gubuk yang nyaman sempit hanya ada 2 petak ruang tamu ku jadikan kamar tidur. Ruang di sekat sedikit menjadi dapur, lalu 1 ruang lagi yaitu kamar mandi. Untungnya tanah ini milik sendiri. Pak Johan malaikat atau penolong yang diturunkan oleh ALLAH, beliau memberikan info dan uang di amplop, info yang beliau berikan adalah agar anakku mengkonsumsi obat herbal yaitu LAMANDEL secara detail Pak Johan memberikan infonya. Akupun sedikit ragu tapi sewaktu Pak Johan bilang ini ramuan tanaman obt alami dan anak Pak Johan pun dulu mengkonsumsinya, sekarang sudah mereda radang amandelnya  setelah mengkonsumsi rutin selama 4 bulan.

Akhirnya ku rutin kuberikan ku dengarkan saran dari Pak Johan, 4 bulan lebih mengkonsumsinya dan ku bawalah Dikal ke puskesmas yang berbeda alhamdulilah sembuh dari radang amandel. Setelah 4 bulah lebih juga, keaktifan anakku kembali lagi dan setelah menunggu selama 2 bulan kurang suamiku sudah mendapat pekerjaan di bengkel yang tidak jauh dari rumah dan playgroup anakku. Dan sekarang aku harus lebih hati-hati saat anakku jajan agar tidak kembali radang amandelnya…

Terima kasih ….. ALLAH SWT

Terima kasih ….. LAMANDEL

Yang dicari pengunjung:

Post Tags
, ,
About Author: obatamandel
Berbagi Informasi Tentang Penyebab Amandel, Gejala Amandel, Penyakit Amandel, Operasi Amandel, Obat Amandel Untuk Anak dan Dewasa

Comments are closed.