Sharing amandel bersama ribuan keluarga sehat

Mari bergabung dengan ribuan keluarga sehat di facebook.
Kita bisa saling berbagi informasi kesehatan anak, perkembangan anak, sampai masalah pendidikan dan permainan. Dapatkan juga informasi tentang promosi sampai produk gratis dari lamandel.
Oh ya, referensikan juga ke teman-teman di facebook ya.
Semoga lamandel dapat terus berbagi bersama untuk mewujudkan keluarga Indonesia sehat, bebas radang amandel.
Lihat juga tampilan baru facebook lamandel ya….

Mengenali Radang Amandel Pada Anak

Radang amandel bisa mengenai siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Penyakit juga sangat sering menyerang khususnya pada anak-anak usia sekolah dasar. Gejala awal radang amandel adalah radang tenggorokan. Mari bersama kita kenali lebih jauh ciri-ciri radang amandel pada anak.
Amandel adalah suatu bagian dari jaringan limfa yang terletak di kedua sisi bagian belakang tenggorokan. Amandel ini akan mengalami pembesaran atau radang jika terjadi infeksi baik oleh bakteri atau virus. Tapi biasanya amandel tersebut akan kembali ke bentuk semula setelah infeksi berakhir.
Berdasarkan referensi Babymedical, radang amandel pada anak-anak memiliki ciri-ciri:

  1. Sakit tenggorokan lebih dari 48 jam dan biasanya disertai dengan kesulitan menelan.
  2. Tenggorokan berwarna merah disertai dengan amandel yang membesar atau bisa juga terlihat titik-titik putih pada daerah amandel.
  3. Badan demam yang disertai dengan suhu tinggi.
  4. Terlihat adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening di bawah rahang dan di leher
  5. Anak merasakan sakit kepala.
  6. Suara anak berubah menjadi serak atau kehilangan suara.

Jika gejala-gejala tersebut tidak hilang atau berkurang dalam 3-4 hari, maka sebaiknya orangtua membawa anaknya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Radang amandel bisa disebabkan infeksi oleh virus atau bakteri.
Jika radang amandel disebabkan oleh bakteri, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk menghilangkan infeksi tersebut. Tapi jika disebabkan oleh virus, maka anak diusahakan untuk banyak minum air putih, mengonsumsi makanan yang lunak serta diberikan obat untuk mengurangi gejala yang ada. Anak yang mengalami radang amandel diserta dengan hidung meler dan diare lebih banyak disebabkan oleh virus.
Selain perawatan dengan obat-obatan, terkadang anak yang mengalami radang tenggorokan harus menjalani operasi pengangkatan amandel (Tonsillectomy). Operasi ini dilakukan dalam kondisi darurat dan infeksi yang terjadi sudah berulang-ulang atau lebih dari lima kali dalam setahun serta telah mengganggu waktu tidur dan aktivitas anak.

anak suka minum jamu "Lamandel"

Saat ini banyak sekali suplemen yang ditujukan untuk anak-anak. Dari berbagai suplemen yang ditawarkan herbal saat ini semakin populer. Bahan baku dari tanaman obat kini dapat dibuat dengan rasa yang enak dan memiliki khasiat yang sangat baik.
Lamandel juga hadir sebagai solusi radang amandel, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh dan mengembalikan nafsu makan. Saat ini telah ribuan keluarga Indonesia mendapatkan manfaat nyata dari penggunaan lamandel bagi putra-putrinya.
Lamandel sangat cocok untuk digunakan untuk anak maupun dewasa. Anak umur 2 tahun sudah dapat mengkonsumsi lamandel ini. Lamandel diformulasikan 100% herbal alami, dengan rasa manis segar sangat digemari juga oleh anak.
“Alhamdulillah putri kami kini sudah tidak sakit lagi, dan makannya tambah banyak” kesan Ibu Ratna dari depok melalui Facebook obatamandel.
Lamandel juga dapat diminumkan bersama susu jika memang kesulitan memberikan pada anak. Selain itu perlu diberikan pengertian kepada anak agar mau mengkonsumsi lamandel. “rasanya enak seperti teh manis lho…” kalimat tersebut terbukti manjur agar anak suka minum jamu.
Semoga lamandel dapat bermanfaat bagi keluarga Indonesia.
Salam sehat!!!

Lamandel : Solusi Alami Tuntaskan Amandel

Pada musim yang kurang bersahabat, anak anak banyak sekali terserang randang amandel atau dalam istilah medis dikenal dengan nama tonsillitis. Tonsil atau amandel pada dasarnya berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh Fungsi filter dan pertahanan tersebut diperlukan tubuh khususnya untuk anak-anak. Operasi amandel hanya disarankan untuk radang akut (stadium T4) pada orang dewasa.

Selain bermanfaat untuk mengatasi radang amandel dan tenggorokan, Lamandel juga bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Lamandel dapat dikonsumsi untuk anak lebih dari 2 tahun hingga dewasa. Lamandel terbuat dari bahan obat alami yang aman dan rasanya disukai anak-anak.

Lamandel telah dikembangkan oleh dr. Zainal Gani lebih dari 10 tahun untuk membantu mangatasi radang amandel. Kini, Lamandel telah diproses dengan standar obat herbal, sehingga khasiat dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Produk Lamandel juga telah memperoleh sertifikat Halal dari MUI.

Lamandel di Facebook

Kini lamandel telah membuka Facebook Pages.
Lebih mudah berinteraksi, dapatkan info kesehatan update, tips dan trik perkembangan anak dan bayi. Tanya jawab tentang amandel dan masalah lainnya.
Mari bersama saling berbagi dan berinteraksi
Segera kunjungi facebook lamandel

lamandel on Facebook

Kritis Pascaoperasi Radang Amandel


24/12/2009 21:31
Liputan6.com, Bandar Lampung: Evi Kaduri kritis setelah menjalani operasi amandel di Rumah Sakit Advent, Bandar Lampung, Lampung. Hingga Kamis (24/12), gadis berusia 25 tahun ini tergolek tak berdaya akibat infeksi pada bekas operasi di lehernya dua pekan silam.
Operasi amandel Evi dilakukan 8 Desember silam. Pendarahan pada bekas luka terjadi beberapa hari setelah operasi. Dokter kemudian melakukan tindakan guna menghentikan pendarahan. Alih-alih membaik, kondisi Evi justru makin buruk. Keluarga Evi menduga ada tindakan malapraktik. Mereka meminta pertanggungjawaban RS Advent dan akan melakukan upaya hukum.
Sementara itu, RS Advent mengakui adanya kelalaian dalam kasus ini. Namun Direktur RS Advent Bandar Lampung, Lisal Ronald, menolak disebut sebagai malapraktik. Dikatakannya, kasus ini merupakan risiko medis yang terkadang bisa terjadi saat operasi atau saat pengobatan biasa.(YNI/AYB)

Lamandel diresepkan dokter

Kecenderungan untuk kembali ke alam memang sangat menggejala beberapa dekade terakhir ini. Hal tersebut tidak saja berlaku di Indonesia atau negara-negara Asia lainnya, namun juga di negara-negara Eropa dan Amerika. Pengobatan menggunakan obat-obat alam semakin banyak peminatnya. Menurut data yang dikeluarkan oleh Sekretariat CBD (Convention on Biological Diversity) penjualan obat alam pada tahun 2000 mencapai US$ 60.000 juta (enam puluh ribu juta dolar Amerika), suatu jumlah yang cukup banyak.
Dan sekitar 25% dari pasar obat alam itu ada di negara-negara maju, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Eropa. Dokter-dokter di negara-negara tersebut bahkan sudah biasa menuliskan resep obat herbal untuk pasien-pasiennya, dalam hal ini mungkin mereka lebih maju dari pada kita. National Institute of Health, yaitu Departemen Kesehatannya Amerika Serikat, sejak tahun 1995 telah merekomendasikan masuknya materi tentang pengobatan alternatif dan komplementer dalam kurikulum fakultas kedokteran. Dan survey yang dilakukan pada tahun 1998 menunjukkan bahwa 60% sekolah kedokteran di Amerika Serikat telah menawarkan materi tentang pengobatan tradisional atau pengobatan alternatif dalam kurikulumnya. Jadi sebenarnya, cerita bahwa obat dan pengobatan tradisional bukan merupakan salah satu materi yang dibicarakan dalam kedokteran Barat sudah lama berlalu.
Mudah-mudahan tak lama lagi materi obat dan pengobatan alami atau obat tradisional juga dapat masuk ke dalam kurikulum fakultas kedokteran di Indonesia. Jamu dan fitofarmaka, kedua-duanya merupakan obat alam. Sebagaimana yang kita ketahui, obat alam adalah istilah yang sering digunakan untuk jenis-jenis obat yang bahan-bahan bakunya langsung diperoleh dari alam, jadi bukan dan tidak boleh menggunakan obat-obat kimia sintetik. Jika bahan-bahan obat alam tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan, maka disebut obat herbal atau herbal medicine. Untuk kita ketahui, walaupun tidak sebanyak yang berasal dari tumbuhan, obat alam juga ada yang berasal dari hewan, misalnya dari kuda laut, berbagai jenis reptil, berbagai jenis serangga maupun bagian-bagian tubuh mamalia serta hewan-hewan lainnya.
Di Indonesia saat ini dikembangkan 3 skema obat alam, yaitu kelompok obat alam yang selama ini kita kenal sebagai jamu, kelompok obat alam yang merupakan produk dari ekstrak yang telah distandardisasi dan kelompok fitofarmaka. Jadi, jamu berbeda dengan fitofarmaka, walaupun sama-sama merupakan obat herbal. Istilah fitofarmaka sebenarnya belum secara resmi disebutkan dalam peraturan perundang-undangan kita saat ini. Namun secara umum yang dimaksudkan dengan fitofarmaka menurut 3 skema obat alam tadi adalah obat-obat alam yang sudah lulus melalui uji klinis. Jadi, jaminan efikasi (kemanjuran) dan keamanannya sudah dapat dianggap setara dengan obat-obat konvensional lainnya.
Semua obat dan makanan termasuk suplemen makanan, obat tradisional dan kosmetik yang diizinkan beredar oleh BPOM tentu boleh diresepkan oleh dokter, asal dokter tersebut menganggapnya perlu. Masalahnya justru di negara kita ini memang belum banyak dokter yang terbiasa meresepkan jamu atau fitofarmaka sebagaimana yang biasa dilakukan oleh dokter-dokter di Cina, Jerman dan negara-negara maju lainnya. Alasan utama yang biasa diajukan adalah kurangnya data ilmiah yang mendukung penggunaan obat alam tersebut. Memang harus kita akui, sampai saat ini masih sangat sedikit jamu yang mempunyai data pengujian ilmiah, baik uji praklinik apalagi uji klinik. Ini memang merupakan tantangan bagi kita semua. Mudah-mudahan tak lama lagi data ini dapat tersedia agar kita tak ragu-ragu untuk menggunakan obat alam yang sangat melimpah bahan bakunya di negara kita yang kaya raya alamnya ini.
Lamandel kini telah menjadi pilihan dan alternatif bagi para dokter, maupun tenaga medis untuk mengatasi radang amandel dan radang tenggorokan. Lamandel telah terdaftar di BPOM dan halal dari MUI. Beberapa dokter telah meresepkan lamandel sebagai bagian dari pengobatan pasiennya. Semoga hadirnya lamandel dapat memberikan alternatif pengobatan yang aman, alami, dan terjangkau

Pengobatan Amandel : Mestikah Dioperasi?

Amandel atau pembesaran tonsil seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Pasalnya, selain sering kambuh, yang ditandai dengan demam, juga orang tua kadang-kadang mendapat ‘saran’ dari tetangga atau sahabat atau keluarga bahwa amandel anaknya harus dioperasi.

Walaupun operasi tonsil relatif lebih ringan (meskipun harus bius umum) dan lebih singkat (kurang lebih 30 – 60 menit dalam keadaan normal), tetap saja menjadi beban pikiran dan beban biaya bagi orang tua. Apalagi bagi yang membiayai sendiri perawatan kesehatannya alias non asuransi.
Kabar baiknya, tidak semua amandel harus dioperasi. Hanya sebagian kecil yang dianjurkan dioperasi, itupun jika memenuhi kriteria untuk operasi.
Menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (Ardyanto, 2006; ENTUSA, 2000), kriteria operasi amandel terbagi dua, yaitu kriteria mutlak operasi dan kriteria relatif (dipertimbangkan).
Kriteria mutlak operasi antara lain :

  • Pembesaran tonsil menyebabkan sumbatan jalan napas, sulit menelan, gangguan tidur (sleep apnea), atau menyebabkan komplikasi jantung dan paru-paru (akibat infeksi bakteri streptococcus).
  • Ada bisul ukuran besar di daerah sekitar tonsil yang tidak bisa diobati dengan pengobatan atau drainage (pengaliran nanah).
  • Peradangan tonsil yang mencetuskan kejang demam.
  • Keadaan tonsil sedemikian rupa sehingga perlu dilakukan pemeriksaan jaringan tonsil (biopsi untuk pemeriksaan patologi).

Sedangkan kriteria relatif operasi adalah :

  • Infeksi tonsil sedikitnya 7 kali dalam setahun, atau 5 kali dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut, atau 3 kali dalam setahun selama 3 tahun berturut-turut meskipun sudah diobati dengan benar.
  • Bau mulut atau nafas yang terus menerus akibat infeksi tonsil kronis yang tidak membaik walaupun sudah diobati.
  • Infeksi tonsil kronis atau sering kambuh oleh bakteri streptococcus yang sudah tidak mempan lagi terhadap antibiotika beta-laktamase.
  • Salah satu tonsil lebih besar daripada tonsil sebelahnya dan dicurigai sebagai tumor atau kanker.

Referensi :

  1. wartamedika.com
  2. Ardyanto TD (2006): Kapan Operasi Amandel? http://tonangardyanto.blogspot.com
  3. ENTUSA (2000): Clinical Indications for Tonsillectomy & Adenoidectomy. www.entusa.com
Artikel terkait :

Video operasi amandel
Radang tenggorokan tuntas

Penyebab, gejala, dan pencegahan radang amandel

Operasi Amandel


Operasi Amandel
Dalam operasi amandel tim medis akan mempersiapkan peralatan operasi khususnya untuk menghindari pendarahan yang tidak dapat dihentikan. Selain itu darah akan diusahan tidak mengalir ke belakang leher.
Sebuah retractor akan digunakan untuk menahan lidah
Dengan menggunakan pengait khusus yang akan dimasukkah hingga ketengah mulut Dan organ amandel akan diarahkan. Kemudian organ amandel dalam posisi bebas akan dipotong dengan merapatkan lingkaran pengait
Akhirnya jika pendarahan terjadi maka tim medis akan mengaktifkan
bantuan pernafasan. Tergantung dari umur penderita dan ukuran organ amandel dalam mengatasi luka pada area tersebut.
Dalam proses operasi amandel tersebut, umumnya tidak dibutuhkan penutup luka apapun
Lihat juga :

lamandel on Facebook

Video Radang Amandel


Apakah dokter merekomendasikan anda atau anak anda untuk pengangkatan organ amandel (tonsil)? Apakah itu berarti?
Organ amandel berada di tenggorokan, dibelakang mulut atau pangkal lidah.
Letaknya berada di sisi kanan kiri. Bagian tengahnya disebut ovula
Amandel dan ovula berfungsi untuk melawan infeksi sebelum masuk ke dalam tubuh. Mereka adalah bagian dari sistem imunitas. Beberapa kasus amandel akan terinfeksi. Kondisi ini disebut radang amandel atau tonsilitis
Saat radang amandel, organ amandel akan membengkak, demam, dan badan pegal.
Radang dapat pula diikuti :
pembesaran kelenjar limpa di leher
pembesaran organ amandel
radang tenggorokan (disertai batuk)
secara umum dokter akan menyarankan operasi jika radang amandel telah kronis, dan mengganggu aktifitas sehari-hari
Secara umum dan kebanyakan orang dengan system imunitas yang dimiliki, mampu mengatasi radang amandel atau tonsilitis tanpa membutuhkan  tindakan operasi. Anda harus meyakinkan dan berdiskusi dengan dokter, dibalik rekomendasi untuk pengangkatan organ amandel tersebut
Lihat juga :

lamandel on Facebook