Gejala Radang Amandel

Gejala Radang Amandel

Amandel merupakan jaringan yang memiliki bentuk yang oval yang berada di dalam belakang tenggorokan. Ada dua amandel di sisi kiri dan kanan tenggorokan yang bisa mengalami peradangan akibat infeksi virus. Selain virus bakteri juga dapat menyebabkan radang amandel. Radang amandel biasanya ditemukan di anak-anak. Namun remaja dan dewasa juga dapat mengalaminya.

Gejala amandel

  1. Radang tenggorokan

Gejala yang sangat umum terjadi adalah nyeri atau sakit pada area tenggorokan . Oleh karena itu saat amandel mengalami pembengkakan akibat adanya infeksi, maka gejala amandel yang bisa dirasakan adalah sakit tenggorokan

 

  1. Susah menelan makanan atau minuman

Gejala amandel lainnya adalah anda akan mengalami sakit saat sedang menelan makanan atau saat sedang meminum sesuatu. Hal ini disebabkan karena makanan dan minuman yang ditelan akan mengenai amandel yang sedang terinfeksi atau sedang bengkak. Selain itu juga akan mengalami sakit dan sulit untuk menelan maka bisa jadi anda sedang terkena peradangan pada amandel yang semakin besar.

 

  1. Demam

Dikarenakan menurunnya sistem kekebalan tubu maka anda dapat dengan mudah terkena demam. Demam jugadapat menunjukkan gejala amandel yang dialami. Apa lagi saat sedang demam dibarengi dengan sakit tenggorokan selama 1 sampai 2 hari. Maka kemungkinan anda bisa juga terkena radang amandel.

 

  1. Suara serak atau bisa juga hilang
  2. Amandel yang bengkak dan merah
  3. Mual
  4. Sakit kepala
  5. Batuk
  6. Sakit telinga
  7. Leher kaku
  8. Bintik putih atau kuning pada amandel
  9. Lelah
  10. Nafas berbau kurang sedap

Gejala amandel biasanya akan berlangsung selama 5-7 hari. Jika tidak kunjung membaik maka segeralah kedokter untuk berkonsultasi dan dapat melakukan perawatan lebih lanjut.

Pengobatan yang bisa dilakukan radang amandel ringan biasanya tidak membutuhkan perawatan yang khusus, apa lagi jika di sebabkan olleh virus seperti flu. Untuk radang amandel yang lebih parah biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk dapat melawan infeksi bakteri. Jika diberi resep oleh dokter biasanya diberi antibiotik oleh dokter untuk mengobati radang amandel, kemungkinan antibiotik yang diberikan berupa penicilin. Sebaiknya jika sudah diberikan antibiotik maka harus dihabiskan supaya keadaan tidak semakin parah.

Radang amandel tidak berbahaya namun jika dibiarkan terlalu lama maka akan mengakibatkan komplikasi. Penderita radang amandel kronis dapat mengalami apnea tidur obstruktif. Hal ini biasanya terjadi ketika saluran udara bengkak dan mengakibatkan si penderita kesulitan untuk tidur dengan nyenyak atau waktu tidur yang terganggu. Jika tidak segera ditangani maka komplikasi ini akan berujung pada masalah kesehatan yang lain. Infeksi juga dapat memperparah dan memperburuk menyebar kebagian tubuh yang lainnya. Kondisi ini biasa disebut dengan nama tonsillar cellulitis.

Infeksi ini juga dapat menyebabkan seseorang menderita penumpukan nanah di belakang amandel yang biasa disebut dengan abses peritonsillar. Untuk dapat mengobati kondisi seperi ini maka dibutuhkan drainase atau operasi. Jika saat anda berkonsultasi dengan dokter dan diberi resep antibiotik tetapi tidak di habiskan atau antibiotik antibiotik tidak bisa membunuh bakteri. Komplikasi juga dapat terjadi. Diantaranya komplikasi demam rematik dan glomerulonefritis poststreptococcal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *