Pengobatan Amandel : Mestikah Dioperasi?

Amandel atau pembesaran tonsil seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Pasalnya, selain sering kambuh, yang ditandai dengan demam, juga orang tua kadang-kadang mendapat ‘saran’ dari tetangga atau sahabat atau keluarga bahwa amandel anaknya harus dioperasi.

Walaupun operasi tonsil relatif lebih ringan (meskipun harus bius umum) dan lebih singkat (kurang lebih 30 – 60 menit dalam keadaan normal), tetap saja menjadi beban pikiran dan beban biaya bagi orang tua. Apalagi bagi yang membiayai sendiri perawatan kesehatannya alias non asuransi.
Kabar baiknya, tidak semua amandel harus dioperasi. Hanya sebagian kecil yang dianjurkan dioperasi, itupun jika memenuhi kriteria untuk operasi.
Menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (Ardyanto, 2006; ENTUSA, 2000), kriteria operasi amandel terbagi dua, yaitu kriteria mutlak operasi dan kriteria relatif (dipertimbangkan).
Kriteria mutlak operasi antara lain :

  • Pembesaran tonsil menyebabkan sumbatan jalan napas, sulit menelan, gangguan tidur (sleep apnea), atau menyebabkan komplikasi jantung dan paru-paru (akibat infeksi bakteri streptococcus).
  • Ada bisul ukuran besar di daerah sekitar tonsil yang tidak bisa diobati dengan pengobatan atau drainage (pengaliran nanah).
  • Peradangan tonsil yang mencetuskan kejang demam.
  • Keadaan tonsil sedemikian rupa sehingga perlu dilakukan pemeriksaan jaringan tonsil (biopsi untuk pemeriksaan patologi).

Sedangkan kriteria relatif operasi adalah :

  • Infeksi tonsil sedikitnya 7 kali dalam setahun, atau 5 kali dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut, atau 3 kali dalam setahun selama 3 tahun berturut-turut meskipun sudah diobati dengan benar.
  • Bau mulut atau nafas yang terus menerus akibat infeksi tonsil kronis yang tidak membaik walaupun sudah diobati.
  • Infeksi tonsil kronis atau sering kambuh oleh bakteri streptococcus yang sudah tidak mempan lagi terhadap antibiotika beta-laktamase.
  • Salah satu tonsil lebih besar daripada tonsil sebelahnya dan dicurigai sebagai tumor atau kanker.

Referensi :

  1. wartamedika.com
  2. Ardyanto TD (2006): Kapan Operasi Amandel? http://tonangardyanto.blogspot.com
  3. ENTUSA (2000): Clinical Indications for Tonsillectomy & Adenoidectomy. www.entusa.com
Artikel terkait :

Video operasi amandel
Radang tenggorokan tuntas

Penyebab, gejala, dan pencegahan radang amandel

Operasi Amandel


Operasi Amandel
Dalam operasi amandel tim medis akan mempersiapkan peralatan operasi khususnya untuk menghindari pendarahan yang tidak dapat dihentikan. Selain itu darah akan diusahan tidak mengalir ke belakang leher.
Sebuah retractor akan digunakan untuk menahan lidah
Dengan menggunakan pengait khusus yang akan dimasukkah hingga ketengah mulut Dan organ amandel akan diarahkan. Kemudian organ amandel dalam posisi bebas akan dipotong dengan merapatkan lingkaran pengait
Akhirnya jika pendarahan terjadi maka tim medis akan mengaktifkan
bantuan pernafasan. Tergantung dari umur penderita dan ukuran organ amandel dalam mengatasi luka pada area tersebut.
Dalam proses operasi amandel tersebut, umumnya tidak dibutuhkan penutup luka apapun
Lihat juga :

lamandel on Facebook

Video Radang Amandel


Apakah dokter merekomendasikan anda atau anak anda untuk pengangkatan organ amandel (tonsil)? Apakah itu berarti?
Organ amandel berada di tenggorokan, dibelakang mulut atau pangkal lidah.
Letaknya berada di sisi kanan kiri. Bagian tengahnya disebut ovula
Amandel dan ovula berfungsi untuk melawan infeksi sebelum masuk ke dalam tubuh. Mereka adalah bagian dari sistem imunitas. Beberapa kasus amandel akan terinfeksi. Kondisi ini disebut radang amandel atau tonsilitis
Saat radang amandel, organ amandel akan membengkak, demam, dan badan pegal.
Radang dapat pula diikuti :
pembesaran kelenjar limpa di leher
pembesaran organ amandel
radang tenggorokan (disertai batuk)
secara umum dokter akan menyarankan operasi jika radang amandel telah kronis, dan mengganggu aktifitas sehari-hari
Secara umum dan kebanyakan orang dengan system imunitas yang dimiliki, mampu mengatasi radang amandel atau tonsilitis tanpa membutuhkan  tindakan operasi. Anda harus meyakinkan dan berdiskusi dengan dokter, dibalik rekomendasi untuk pengangkatan organ amandel tersebut
Lihat juga :

lamandel on Facebook

Amandel radang? Ketahui gejalanya sebelum ke dokter

Radang amandel atau penyakit tonsilitis adalah suatu kondisi dimana terjadi infeksi pada saluran nafas bagian atas. Organ yang diserang seringkali adalah amandel atau tonsil, yang letaknya berada disisi kanan dan kiri tenggorokan.
Cara sederhana mengetahui terjadinya radang adalah secara medis pada dasarnya ada 5 yaitu :
1. Kalor : adanya peningkatan suhu tubuh (demam) karena tubuh mendeteksi adanya zat asing dalam tubuh
2. Dolor : rasa sakit pada organ
3. Rubor : warna organ menjadi kemerahan / gelap / terang
4. Tumor : Terdapat pembesaran organ
5. Fungsiolasea : Organ tidak dapat berfungsi sesui dengan perannya
dokter-amandel
Apa yang harus dilakukan orang tua saat kondisi anak terserang suatu penyakit radang amandel?
1. Pastikan minimal 3 kondisi diatas terpenuhi sehingga orang tua dapat mengetahui gejala terserangnya penyakit pada anak
2. Lakukan perawatan ringan, seperti berikan makan dan minum yang cukup, mandikan dengan air hangat
3. Kompres hangat jika suhu badan mencapai 38 derajat, berikan penurun panas saat suhu telah lebih dari 38,5 derajat. Tubuh membutuhkan suhu tinggi untuk melawan kuman dan virus.
4. Jika panas tinggi lebih dari 3 hari, kondisi anak sangat lemah (tidak bergairah) konsultasikan dengan dokter
5. Pelajari penyebab penyakit amandel, umumnya anak akan bereaksi terhadap suatu hal misal amandel akan radang saat mengkonsumsi es, atau saat anak jajan sembarangan. Hindari penyebabnya.
Mengetahui gejala radang amandel lebih dini akan memudahkan diri kita dan keluarga untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
semoga tips ini membantu bapak-ibu sekalian

Radang tenggorokan tuntas juga…

Sudah tidak pernah kerumah sakit lagi.
Sudah 3 bulan yang lalu saya order lamandel secara online. Alhamdulillah radang amandel anak saya bisa sehat kembali. Dulu hampir tiap bulan saya harus ke rumah sakit karena anak saya demam. Sekarang amandel anak saya sudah tidak pernah kambuh lagi. Mau operasi tidak jadi. Minggu ini anak balita saya mulai bersin-bersin, stok lamandel sudah habis. Jadi harus order lagi nih. Ditunggu kirimannya ya.
(Pak Erwin Batam)
Radang tenggorokan sembuh juga
2 minggu ini mulai sering hujan, angin juga kenceng, badan jadi kurang fit.
Tidak sengaja coba-coba minum lamandel, eh bangun tidur tenggorokan plong.
Radang tenggorokan yang kemaren sudah lupa. Lamandel memang manjur tidak hanya untuk radang amandel, radang tenggorokan untuk dewasa juga cocok.
(Pak Totok, Bekasi)
Solusi alami radang amandel
Beberapa bulan yang lalu saya dapat informasi tentang pengobatan
radang amandel di koran. Awalnya ragu, karena umur anak saya masih
3 tahun. Setelah kontak hotline ternyata bisa untuk batita juga, akhinya saya
coba order 2 botol. Alhamdulillah setelah minum herbal lamandel 1 minggu kondisi anak sudah baik, nafsu makan juga sudah kembali
(ibu Erna, Taman Mini, Jaktim)
mau beli lamandel?
cek saja di apotik
atau di agen kami
atau beli online

Amandel, Operasi atau Tidak?

Pada anak-anak usia balita hingga menjelang remaja, kasus radang amandel seolah menjadi momok tersendiri. Bila ternyata hal ini sudah kerap terjadi, orang awam kerap menyebutnya dengan “amandelnya sensitif”. Ujung-ujungnya, dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan si amandel yang kerap mengganggu.
Vonis mengangkat amandel, biar bagaimanapun akan mendatangkan teror tersendiri kepada anak. Bayangan pisau bedah dan kait yang akan merobek bagian dalam tenggorokan sudah pasti akan mengerikan bagi Si Kecil.
Belum lagi beredar rumor, pengangkatan amandel juga bisa membuat kekebalan tubuh anak jadi tak optimal. Anak yang sudah diangkat amandelnya, dikatakan lebih mudah terserang penyakit ketimbang anak yang tak perlu menjalani operasi angkat amandel. Untuk yang terakhir, sudah pasti akan meresahkan para orangtua.
Menyikapi kesimpangsiuran mengenai radang amandel dan tindakan operasi pengangkatan amandel, dr. Fauzan Abdillah, Sp.THT-KL, spesialis Telinga Hidung & Tenggorok dari RS Ibu & Anak Hermina Jatinegara, Jakarta memaparkan yang benar mengenai operasi amandel.

Bukan Penyebab Turunnya Kekebalan Tubuh

Amandel adalah salah satu dari 3 pasang kelenjar penyaring kuman yang berada di sekitar rongga mulut. Kelenjar pertama berada di sekitar faring. Lalu, sepasang lagi di belakang hidung atau adenoid.
Dan terakhir yang kerap disebut amandel adalah kelenjar yang berada pada dasar lidah. Bila dilihat sepintas seperti tonjolan pada pangkal lidah, melekat di dinding tenggorok kanan dan kiri.
Biasanya radang amandel disertai demam tinggi (diatas 38,5 Celsius). Terlihat ada pembengkakan kelenjar di kanan kiri pangkal lidah dan bisa ditemukan bercak-bercak putih atau pernanahan. Terkadang juga disertai pembengkakan di daerah leher (jugular digastrik), bawah rahang kanan dan kiri. Kelenjar ini menghasilkan antibodi penghalau bakteri atau virus yang masuk dari udara, makanan, dan minuman. Namun, bila sering terkena infeksi, lapisan epitel permukaan yang memproduksi antibodi akan terkikis.
Di bagian ini pula bisa terbentuk jaringan ikat yang memiliki celah dan menjadi sarang kuman. Akibatnya, kuman sulit dibasmi dengan antibiotik. Nah, dari ketiga pasang kelenjar penyaring kuman rongga mulut tadi, kelenjar yang berada di dasar lidah yang paling sering meradang, dimana orang awam menyebutnya sakit amandel.
Menurut Fauzan, jika dilakukan pengangkatan kelenjar pada dasar lidah akibat radang, bukan berarti seseorang akan kehilangan kekebalan tubuhnya terhadap kuman. Fauzan mengingatkan, masih ada 2 pasang kelenjar lagi dengan fungsi pertahanan pada rongga mulut sebagai perintang kuman. Belum lagi, antikuman lain yang diproduksi tubuh.
Akibat Infeksi Kuman
Penyebab utama terjadinya radang amandel adalah infeksi bakteri atau jamur. Namun, infeksi ini tak berdiri sendiri, melainkan didahului infeksi virus yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Akibatnya, terjadilah infeksi sekunder oleh kuman.
Bila dikatakan sebagai ‘amandel sensitif’ atau rentan terkena radang amandel sebetulnya lebih banyak dipengaruhi kondisi fisik atau staminanya. Misalnya, pada beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Atau pada anak-anak yang memang status gizinya kurang baik.
“Intinya, jika badan fit, makan atau minum apapun tidak akan mudah menimbulkan infeksi pada amandel!” ungkap Fauzan. Kendati demikian, radang amandel tak ada hubungannya dengan alergi, karena alergi tidak menimbulkan infeksi sekunder oleh bakteri.
Tak Harus Diangkat
Radang amandel memang bisa menimbulkan bahaya, seperti radang telinga bagian tengah (otitis media) yang bisa menyebabkan sakit congek. Juga bisa memicu sinusitis bila disertai pilek yang tak sembuh-sembuh.
Selain itu, bila terjadi berulang dan berkepanjangan, bisa menyebabkan penyakit jantung rematik dan peradangan ginjal (glomerulonefritis). Maka, pertimbangan dokter mengangkat amandel yang bermasalah adalah untuk menghindari risiko tadi.
Namun, bukan berati menjadi mudah bagi dokter untuk memutuskan mengambil langkah operatif untuk kasus radang amandel. Ada beberapa kriteria yang dikatakan amandel perlu diangkat.
Pertama, bila dikatakan serangan radang tenggorokan terjadi lebih dari 7 kali selama setahun. Atau radang tenggorokan terjadi 5 kali setahun dalam 2 tahun berturut-turut. Kedua, bila radang amandel terjadi dan menyebabkan pasien mengalami kejang demam. Kondisi ini bisa mengakibatkan dampak lebih buruk bila tak segera ditangani.
Ketiga, radang amandel menyebabkan obstruksi (penyempitan saluran nafas), sehingga pasien mengalami sesak nafas. Atau radang amandel ditengarai menjadi penyebab henti nafas anak saat tidur.
Keempat, bila radang amandel menimbulkan kesulitan makan dan minum, menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan pada anak-anak. Kelima, bila radang amandel dicurigai sebagai keganasan. Biasanya dikenali dengan pembesaran amandel yang tak sama antara kanan dengan kiri. Namun, khusus yang terakhir, biasanya terjadi pada orang dewasa.
Bila sejumlah pertimbangan ini terpenuhi barulah dokter akan mengambil langkah operatif sebagai pilihan terakhir. “Sebenarnya bila diobati secara tepat dengan antibiotik yang sesuai, selama 3-6 minggu 17 persen anak-anak yang direncanakan akan dioperasi batal, karena sudah membaik,” ujar Fauzan.
Untuk batas minimum hingga harus dilakukan tindakan operasi, Fauzan mengatakan, tak terbatas pada usia tertentu. Namun, umumnya operasi pengangkatan amandel dilakukan kepada anak di atas usia 6 tahun. “Pertimbangannya, karena jika operasi dilakukan pada anak dibawah usia tadi akan menyulitkan perawatannya pasca operasi,” tandas Fauzan.
Penting Dihindari Pasca Operasi Amandel
Jika belum lewat 3 sampai 5 hari pasca operasi amandel, dr. Fauzan menyarankan agar pasien menghindari mengonsumsi beberapa jenis makanan. Tujuannya, agar bekas operasi tak terangsang atau mengakibatkan pembuluh darah terbuka kembali.
1. Makanan yang panas.
2. Makanan dengan konsistensi padat, misalnya keripik.
3. Makanan berpewarna dan bergula buatan.
4. Makanan yang memiliki rasa pedas.
Laili Damayanti

http://www.tabloidnova.com/Nova2/Kesehatan/Anak/Amandel-Operasi-atau-Tidak-1
http://www.tabloidnova.com/Nova2/Kesehatan/Anak/Amandel-Operasi-atau-Tidak-2

Diluar kota, mau beli lamandel bagaimana?

Anda ada dikota bandung, semarang, gorontalo, papua, mau pesan lamandel?

Kini obatamandel telah melayani pemesanan ke semua kota di Indonesia. Baik di pulau jawa, sumatra, kalimantan, sulawasi, bahkan sampai papua. Obatamandel telah menjalin kerjasama dengan beberapa kargo, termasuk tiki untuk melayani pemesanan di seluruh Indonesia.
Harga? Harga produk lamandel telah terstandar, jadi bapak ibu hanya menambah ongkos kirim saja. Agar ekonomis untuk pemesanan sebaiknya beratnya mendekati 1 kilogram, atau dengan kata lain :
4 botol lamandel atau 8 box lamandel (dan kelipatannya)
Apakah harus sejumlah itu? Tentu tidak, hal tersebut agar biaya kirim bisa optimal saja.
Ongkos kirim? Obatamandel.com tidak mengambil keuntungan dari jasa pengiriman. Untuk mengecek harga kurir tiki dapat dicek langsung di web tiki.
Bagaimana bayarnya? Kami telah  menyiapkan rekening khusus untuk penerimaan pembelian lamandel. berikut daftar rekening kami :
bca
BCA no. 4401104997 an. Annas Ahmad
mandiri
Mandiri no. 006 000 6732576 an. Annas Ahmad
bri
BRI no. 041901004652505 an Annas Ahmad
bni
BNI no. 0111329428 an. Annas Ahmad
Kapan produk diterima? kami akan segera kirim setelah dana kami terima masuk di rekening kami, waktu pengiriman mengikuti standar regular tiki. Misal pulau jawa 2-3 hari.
Silahkan isi form pembelian online di sisi kanan,
dan lakukan konfirmasi pembayaran via SMS ke 08123536872

Amandel Sakit Tak Selalu Harus Diangkat [intisari]

Disadur dari Intisari July 2008
Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan sering membuat orangtua bingung. Tak jarang dokter dengan gampang menyarankan operasi pengangkatan amandel padahal sebetulnya si anak cukup diobati infeksinya saja. Sebaliknya, kadang orangtua bersikukuh tidak mau amandel anaknya dioperasi. Padahal, jika tidak diangkat, amandel itu malah akan menjadi sumber penyakit buat si anak.
intisari-july
Amandel, yang dalam bahasa medis disebut tonsil, merupakan salah satu benteng pertahanan tubuh manusia, terutama ketika masih kanak-kanak. Pada usia itu, daya tahan tubuh masih lemah. Organ yang jumlahnya sepasang ini berada di rongga tenggorok, di kiri dan kanan belakang rongga mulut. Organ ini berada di garda paling depan, tugasnya menangkal kuman yang masuk dari mulut. Selain amandel, di rongga tenggorok masih ada lagi benteng pertahanan tubuh, namanya adenoid. Letaknya di langit-langit atas rongga tenggorok, dekat saluran ke hidung. Fungsinya serupa dengan amandel, sebagai penangkal kuman yang masuk dari udara yang masuk ke saluran napas.
Dalam kedaan normal, sebetulnya di rongga mulut dan tenggorok terdapat banyak sekali kuman. Tapi kuman-kuman itu tidak sampai membuat si anak sakit asalkan daya tahan tubuhnya dalam kondisi baik. Ketika daya tahan tubuh menurun, kuman-kuman itu bisa menjadi ganas dan menyebabkan infeksi. Karena daya tahan tubuh anak-anak belum sekuat orang dewasa, mereka lebih mudah kena infeksi.
Saat terkena infeksi, amandel ini akan meradang. Jika si anak disuruh membuka mulutnya lebar-lebar, akan kelihatan amandelnya bengkak, warnanya memerah. Radang ini disertai dengan demam dan rasa nyeri di tenggorok, terutama saat menelan makanan.
Menurut panduan kesehatan Mayo Clinic, radang amandel paling banyak disebabkan oleh virus. Urutan kedua, bakteri. Dari deretan bakteri, yang paling sering menyebabkan infeksi adalah Streptococcus beta-haemolyticus grup A. Jika biang keladinya virus, pasien cukup memerlukan obat pereda nyeri, penurun panas, dan perawatan rumah. Infeksi akan sembuh dengan sendirinya setelah daya tahan tubuhnya membaik.
Tapi jika infeksi disebabkan oleh bakteri, pasien juga memerlukan antibiotik. “Radang amandel tidak selalu harus dioperasi bila ditatalaksana dengan baik,” kata Dr. dr. Jenny Bashiruddin, Sp.THT (K), pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Jenny menandaskan hal ini karena tak jarang dokter “main angkat” saja saat menghadapi pasien radang amandel. Ketika pasien dibawa ke rumah sakit, biasanya amandelnya memang kelihatan besar. Makanya kemudian dokter kemudian menyarankan operasi. Padahal, kata dokter yang praktik di RS Khusus THT Proklamasi, Jakarta ini, kondisi amandel yang membesar tidak bisa begitu saja dijadikan dasar melakukan operasi.
Pada saat serangan infeksi, wajar kalau amandel membengkak cukup besar karena memang sedang terjadi peradangan. Jika setelah infeksinya diobati ternyata amandelnya mengecil lagi dan pasien kembali sehat, berarti memang amandelnya tidak perlu diangkat. Istilah dokternya, “belum ada indikasi untuk operasi.”
anak
Menjadi sumber infeksi
Operasi adalah pilihan terakhir. Tindakan ini hanya direkomendasikan jika amandel telah berubah menjadi sumber penyakit, bukan lagi penangkal penyakit. Pada saat itu, tak ada pilihan lain, amandel harus diangkat.
Amandel dikatakan telah menjadi sumber masalah jika telah menjadi sarang kuman yang menyebabkan infeksi berulang. Ini mirip dengan kondisi perang ketika benteng pertahanan telah dikuasai lawan dan menjadi markas mereka. Maka, pada saat itu, tak ada pilihan lain, benteng harus diserang.
Dalam kondisi sehat, amandel berfungsi menjadi penangkal infeksi. Tapi jika terlalu sering kena infeksi, ia bisa menjadi sarang kuman yang menyebabkan infeksi berulang. Ini bisa dilihat dari seberapa sering pasien menderita infeksi. Jika dalam setahun, ia sampai mengalami 5 atau 6 kali infeksi tenggorok parah, itu berarti memang amandel telah berubah menjadi sumber penyakit.
Kalau si anak langganan infeksi tenggorok parah tiap dua bulan sekali atau bahkan tiap bulan, itu berarti memang telah ada indikasi operasi. Jika kondisi ini dibiarkan saja, pengaruh infeksi bisa menyebar sampai ke organ lain, seperti jantung dan ginjal. Jika pembesaran amandel terjadi bukan karena infeksi yang berulang, maka itu belum merupakan alasan untuk operasi.

Menurut panduan Mayo Clinic, tindakan operasi perlu diambil jika si anak mengalami infeski tenggorok parah:

  • Setidaknya 7 kali dalam setahun
  • Atau, setidaknya 5 kali setahun, dalam rentang 2 tahun
  • Atau, setidaknya 3 kali setahun, dalam rentang 3 tahun

Tindakan operasi juga perlu diambil jika amandel membengkak terlalu besar sampai menyumbat saluran napas. Apalagi jika adenoid juga membesar. Kalau tidak dioperasi, sumbatan ini akan menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas dan dikhawatirkan terjadi obstructive sleep apnea (henti napas saat tidur)
Operasi juga direkomendasikan kalau pasien mengalami infeksi telinga tengah yang berulang, infeksi rongga hidung yang kronis, atau radang tenggorok kronis yang disertai dengan napas bau.
Menetukan batas antara perlu tidaknya operasi ini merupakan tahap yang sangat kritis. Jika dokter kurang cermat, bisa saja ia menyarankan operasi padahal sebetulnya tidak perlu. Karena itu Jenny menandaskan perlunya dokter menentukan indikasi operasi ini dengan cermat. Yang lebih menentukan di sini memang pihak dokter. Tapi, seperti biasa, pasien selalu punya hak memperoleh pendapat dokter kedua.
Sekalipun setelah sembuh, amandel tetap tampak lebih besar dari ukuran normal, itu tetap bukan indikasi operasi. Pada saat anak tumbuh dewasa, rongga mulut dan tenggorok akan membesar seiring dengan bertambahnya usia sehingga amandel tampak mengecil. Pada usia 12 tahun, fungsi amandel sebagai benteng pertahanan sudah mulai digantikan oleh sistem imunitas lain. (Meskipun orang dewasa juga tetap bisa kena radang amandel.)
Risiko vs manfaat
Karena kritisnya masalah operasi ini, tahap yang paling menetukan adalah ketika dokter menentukan ada tidaknya indikasi operasi. Setiap dokter punya tingkat kejelian yang berbeda. Kalau dokter kurang cermat dan buru-buru menganjurkan operasi, si anak harus kehilangan sesuatu yang sebetulnya tidak perlu terjadi
Tindakan operasi pada sakit amandel memang bukan pilihan pertama. Sebisa mungkin, amandel harus dipertahankan karena fungsinya sebagai benteng pertahanan tubuh. Sistem imunitas ini sangat diperlukan anak-anak karena daya tahan tubuh mereka masih belum sekuat orang dewasa. Tapi, begitu ada indikasi operasi, (orangtua) pasien tidak perlu takut berlebihan. Tak jarang sebagian orangtua bersikukuh tidak mau amandel anaknya dioperasi padahal sebetulnya tindakan ini diperlukan. Bahkan, ada pula orangtua pasien yang suuzon dan menganggap dokter hanya mencari keuntungan materi ketika menawarkan opsi operasi.
Seperti tindakan medis lainnya, pengangkatan amandel dilakukan dengan menimbang risiko dan manfaatnya
Jika amandel tidak diangkat (padahal sudah ada indikasi operasi), pasien bisa mengalami komplikasi yang lebih serius. Amandel bisa menjadi sumber infeksi. Bukan hanya infeksi setempat di tenggorok saja, tapi juga bisa menjalar ke jantung dan ginjal.
Jadi, ada saat di mana amandel harus tetap dipertahankan. Tapi ada saatnya pula ketika amandel memang terpaksa harus diangkat. Alasannya semata-mata karena alasan risiko dan manfaat.
Karena adanya risiko sakit amandel menjadi alasan operasi, Jenny menegaskan agar orangtua tidak meremehkan radang tenggorok pada anak. Radang tenggorok berpotensi menjadi penyakit langganan kalau pengobatannya “tidak adekuat”. (Ini istilah di kalangan dokter yang artinya “tidak tuntas”.) Pengobatan tidak tuntas bisa disebabkan, misalnya, oleh pemilihan antibitoik yang tidak tepat. Itu sebabnya orangtua tidak dianjurkan melakukan pengobatan sendiri, misalnya dengan memberikan antibiotik yang pernah diminum anak pada saat sakit sebelumnya (meskipun pada saat itu infeksi sembuh). Kalau sekadar memberikan obat kumur atau obat isap, itu tidak apa-apa. Tapi kalau urusannya sudah menyangkut antibiotik, orangtua harus menyerahkan urusan ini kepada dokter
Lalu, kapan orangtua harus membawa anaknya ke dokter? Patokannya sederhana, yaitu kalau radang sudah disertai demam dan nyeri tenggorok, terutama saat menelan. Dua gejala ini adalah pertanda bahwa radang disebabkan oleh infeksi. Mayo Clinic memberi panduan yang lebih rinci.
Pasien perlu segera ke dokter jika radang tenggorok tidak hilang dalam 48 jam, demam di atas 39
Kalau pasien datang ke dokter lebih dini, infeksi bisa segera diobati sebelum menjadi lebih parah. Dengan pengobatan lebih dini, radang amandel diharapkan tidak berkembang menjadi kronis dan bolak-balik kambuh. Dengan begitu, risiko pengangkatan amandel juga bisa diminimalkan.
Setelah pasien sembuh, ia harus menjaga agar penyakitnya tidak kambuh. Caranya, tentu saja dengan menjaga daya tahan tubuhnya karena memang infeksi ini sangat ditentukan oleh ketahanan tubuh. Anak harus makan gizi seimbang, cukup istirahat, juga cukup aktivitas fisik, menjaga higiene (kebersihan), menghindari ketularan teman yang kena infeksi, tidak main hujan-hujan, dan sebangsanya.
Orangtua harus memastikan anaknya menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu iritasi tenggorok. Anak-anak tertentu punya tenggorok yang sensitif terhadap es, makanan-minuman yang dingin, atau makanan yang manis seperti cokelat. Jika jenis makanan ini sudah diketahui bisa menyebabkan iritasi tenggorok, orangtua harus menjauhkannya dari si anak. Lebih baik kelihatan sedikit galak daripada membiarkan anak berurusan dengan pisau bedah.

Lamandel cocok….

“Setelah konsumsi lamandel anak saya sudah kelihatan ada perbaikan. Kemaren sudah habis 2 botol, yang 1 botol saya berikan ke teman eh… cocok juga terus minta lagi”
Sekalian saya jadi agen wilayah cilacap ya…..
Continue reading →

tanya jawab operasi amandel bersama dokter

tanya jawab operasi amandel bersama dokter

1. apa berapa sebenarnya amandel itu dok?
amandel = tonsil
Ada dua buah letaknya di pangkal rongga mulut kiri dan kanan. Fungsinya adalah salah satu kelenjar utk pertahanan tubuh dari infeksi kuman terutama yang masuk melalui saluran pernafasan. Dapat membesar jika terjadi infeksi saluran pernafasan atas dan dapat membengkak karena mengalami peradanganan. Jika diperiksa terlihat tonsil membesar dan berwarna lebih merah dari jaringan sekitarnya (hiperemis)

amandel atau tonsil

Jika membesar karena peradangan maka akan mengganggu fungsi menelan dan terkadang mengganggu fungsi bernafas karena menghalangi udara yang masuk. Tonsil yang terinfeksi : tonsilitis.
2. saat ini anak saya itu susah sekali untuk minum obat, jenis apapun. mau minum mesti dipaksa, obat sudah masuk trus dimuntahkan lagi? dari rekan miliser ada yang punya pengalaman atau ada solusi cara agar anak bisa minum obat dengan mudah tanpa ada paksaan.
Minum obat utk anak sebaiknya berikan dalam bentuk sirup saja karena biasanya rasanya lebih manis
3. kalo emang di operasi apakah berbahaya/ memungkinkan gak untuk anak seumur 5 tahun? ada efek sampingnya gak ya?
Indikasi operasi pengangkatan amandel atau tonsilektomi antara lain :
Jika terjadi tonsilitis yang sering misalnya dalam 6 bulan sampai 3 – 5 kali. Karena tonsilitis ini akan mengganggu aktivitas anak tsb.
Pada beberapa kasus jika terlalu sering terjadi tonsilitis dapat menyebabkan tubuh membuat antibodi yang justru antibodi tsb dapat menyerang sel sel
ginjal sehingga dapat terjadi gagal ginjal acut.
4. model operasinya itu apakah menggunakan bius total atau lokal? berapa hari ya penyembuhannya?
Operasi tonsilektomi di lakukan oleh seorang THT dan sebelumnya ada tahapan pemeriksaan. tentunya operasi dilakukan pada saat tonsil tidak meradang. Operasi menggunakan bius umum, tetapi tidak perlu
kuatir karena bius umum ditangani oleh dokter spesialis anestesi.
5. berapa biasanya biaya operasi amandel ini?
Biaya operasi tergantung jenis RS dan tipe kamar yang diambil. Mungkin rata-rata berkisar < 10 juta
6. jika tidak dilakukan/ditunda operasi (sampai anak besar) apakah ada efek sampingnya?
Mengenai komplikasi operasi dapat anda tanyakan pada dokter THT dan seharusnya dokter THT akan menjelaskan hal ini sebelum pengambilan keputusan operasi.
Pertanyaan : Pak Wahyu
Jawaban :  dr. melly-